PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS BUDAYA: MENYEIMBANGKAN IDENTITAS LOKAL, NASIONAL, DAN GLOBAL DALAM ERA DIGITAL
DOI:
https://doi.org/10.26593/r4239s17Keywords:
relational ethics, pendidikan etika, pluralisme moral, pedagogi dialogis, evaluasi relasional, budaya sekolahAbstract
Pendidikan karakter merupakan proses kultural yang tidak dapat dilepaskan dari konteks budaya masyarakatnya. Artikel ini mengkaji secara kritis relasi hakiki antara pendidikan dan budaya dalam kerangka pembentukan karakter di Indonesia. Menggunakan pendekatan filosofis dan teoretis, penelitian ini menganalisis bahwa pendidikan merupakan ekspresi konkret dari budaya, bukan entitas netral yang terlepas dari nilai, sejarah, dan sistem kepercayaan. Melalui eksplorasi terhadap pemikiran Ki Hajar Dewantara, tantangan konstruksi budaya nasional, serta transformasi budaya digital, artikel ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter harus dibangun di atas fondasi budaya yang utuh, inklusif, dan responsif terhadap dinamika global. Risiko “tong sampah kebudayaan” dan marjinalisasi budaya minoritas menjadi peringatan penting dalam proses seleksi nilai nasional. Di era digital, pendidikan karakter dituntut untuk tidak hanya melestarikan nilai-nilai lokal, tetapi juga mengintegrasikan literasi digital dan etika teknologi. Artikel ini menyimpulkan perlunya kerangka pendidikan karakter berbasis budaya yang berakar pada lokalitas, terbuka terhadap globalisasi, dan berorientasi pada kemanusiaan universal. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi kebijakan pendidikan nasional dan internasional, terutama dalam konteks multikulturalisme dan transformasi digital.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Yusuf Siswantara, Rintoni Rintoni (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

