KOMUNITAS RELASIONAL: WACANA ETIKA RELASIONAL DALAM PENDIDIKAN KONTEMPORER
DOI:
https://doi.org/10.26593/36e50w64Keywords:
relational ethics, pendidikan etika, pluralisme moral, pedagogi dialogis, evaluasi relasional, budaya sekolahAbstract
Artikel ini mengusulkan pendekatan baru dalam pendidikan etika melalui kerangka relational ethic yang dikembangkan oleh Kenneth J. Gergen. Dengan menggunakan metode analisis konseptual kritis terhadap teks utama "Ethics in Education: A Relational Perspective", penelitian ini mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai moral tidak bersifat individualistik atau absolut, melainkan muncul dari proses koordinasi sosial dan relasional. Dalam konteks pendidikan, pendekatan ini menuntut transformasi mendasar dalam pedagogi, kurikulum, evaluasi, dan budaya sekolah. Hasil analisis menunjukkan bahwa praktik pendidikan yang saat ini didominasi oleh pendekatan instrumental dan hierarkis justru mengikis potensi etis dalam pembelajaran. Sebaliknya, model pendidikan yang berbasis dialog, kolaborasi, dan partisipasi bersama memiliki kapasitas besar untuk membangun kesadaran moral kolektif yang responsif terhadap pluralisme global. Artikel ini menyimpulkan bahwa pendidikan publik harus kembali ke perannya sebagai agen pembentuk moralitas relasional—bukan dengan mengajarkan nilai-nilai secara dogmatis, tetapi dengan menciptakan ruang di mana proses berelasi yang bermakna dapat terus-menerus dipelihara dan dikembangkan. Implikasi kebijakan dan pedagogis dibahas secara mendalam, termasuk rekomendasi untuk reformasi sistemik yang tidak bergantung pada perubahan struktural besar, melainkan pada transformasi harian dalam praktik sekolah

