REGENERASI KESENIAN BENJANG BATOK:  UPAYA MELESTARIKAN KESENIAN KHAS DESA KERTAYASA, KABUPATEN PANGANDARAN

Authors

  • Gregorius Paskalis Bryan Krisnawan Universitas Katolik Parahyangan Author
  • Jeffri Yosep Simanjorang Universitas Katolik Parahyangan Author
  • Gabriel Aditiya Eka Wibowo Universitas Katolik Parahyangan Author
  • Egia Surbakti Universitas Katolik Parahyangan Author
  • Jeremia Setiadi Universitas Katolik Parahyangan Author

DOI:

https://doi.org/10.26593/pfmz6s23

Keywords:

Sejarah, Benjang Batok, Dusun Karangpaci, Regenerasi

Abstract

Kesenian Benjang Batok merupakan salah satu kesenian khas milik Desa Kertayasa yang berada di Dusun Karangpaci. Seiring berjalannya waktu, kesenian ini mengalami hiatus selama beberapa belas tahun. Hal ini disebabkan oleh proses regenerasi yang tidak berjalan dengan optimal. Beberapa permasalahan mengenai regenerasi terjadi akibat kurangnya penataan dari sisi internal kesenian Benjang Batok. Sebagai sebuah kesenian yang memiliki fleksibilitas dari sisi tarian atau gerakan dan nyanyian, upaya regenerasi harus menyertakan pembaharuan terhadap dua unsur primer kesenian ini. Lewat proses globalisasi, pengenalan kesenian ini terhadap khalayak luas menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkan rasa bangga warga setempat dan bersamaan dengan itu pula tumbuh keinginan untuk terus mengembangkan serta melestarikannya. Melalui tulisan ini, sumbangan gagasan berupa penerapan kesenian kepada anak-anak SD dengan metode permainan. Kesenian yang menjadi permainan, akan membantu tumbuh kembang anak dari sisi motorik melalui gerakan atau tarian dan sisi daya ingat melalui tembang yang dinyanyikan. Untuk mengupayakan proses regenerasi yang tidak temporer ini, bantuan dari pihak luar seperti akademisi dan budayawan sangat diperlukan. Dengan demikian, kesenian ini dapat terus terjaga di periode yang akan datang.

Downloads

Published

2024-10-04

Issue

Section

Articles

How to Cite

REGENERASI KESENIAN BENJANG BATOK:  UPAYA MELESTARIKAN KESENIAN KHAS DESA KERTAYASA, KABUPATEN PANGANDARAN. (2024). Journal of Cultural and Education, 1(01), 12-18. https://doi.org/10.26593/pfmz6s23